INDOPOST.CO.ID – Pemerintah Kota Tomohon menggelar Pra Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang dirangkaikan dengan pembahasan tematik penanganan stunting, Rabu (11/3), di Aula Inspektorat Kota Tomohon.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota mewakili Wali Kota dan dihadiri oleh perangkat daerah serta berbagai pihak terkait guna memperkuat sinergitas perencanaan pembangunan daerah di .
Kepala Bapelitbangda Kota Tomohon melalui Sekretaris Bapelitbangda menjelaskan bahwa Pra Musrenbang bertujuan sebagai forum pemantapan pelaksanaan Musrenbang tingkat kota untuk menyelaraskan pembangunan daerah dengan program pembangunan nasional, dengan fokus khusus pada penanganan stunting.
“Penanganan stunting harus termuat dalam dokumen RKPD sebagai bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujar Pangemanan.
Sebagai bagian dari Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Kota Tomohon, pemerintah juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap balita berisiko stunting berdasarkan data tahun 2025 di lima kecamatan.
Dari total 18 kasus yang terdata, lima kasus dinyatakan lulus kategori karena anak telah berusia lima tahun. Sementara itu, kasus lainnya masih terus dipantau oleh tim kesehatan.
Pemantauan tersebut tidak hanya mencakup kondisi kesehatan anak, tetapi juga berbagai intervensi yang diterima keluarga, seperti kondisi sanitasi, akses air bersih, serta infrastruktur tempat tinggal yang menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan stunting.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sendy Rumajar menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan tahapan penting dalam penyempurnaan rancangan RKPD 2027, dengan menetapkan penanganan stunting sebagai prioritas tematik utama.
Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus terintegrasi dalam berbagai sektor pembangunan seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, infrastruktur, dan sosial.
“Penanganan stunting adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. Upaya ini harus dimulai sejak 1000 hari pertama kehidupan agar dapat melahirkan generasi Tomohon yang sehat, cerdas, dan produktif,” ucapnya.
Ia berharap forum Pra Musrenbang ini dapat menghasilkan gagasan dan inovasi baru untuk mempercepat penurunan stunting serta memperkuat komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Tomohon bebas stunting di masa depan.







